Cara Ternak Ayam Bangkok Agar Cepat Besar untuk Pemula

Budidaya Ayam Bangkok – Bagi penggemar ayam aduan, tentunya sudah tidak asing lagi dengan nama ayam bangkok yang sudah sangat populer di seluruh daerah di tanah air . Sesuai dengan namanya “bangkok” ayam ini berasal dari Thailand dan sudah diakui sebagai ayam yang sangat berkualitas di berbagai ayam petarung lainnya.

Ayam bangkok mempunyai sifat petarung yang sangat kental, hampir sama seperti ayam liar yang akan bertarung habis-habisan dan bahkan sampai mati demi mempertahankan wilayah kekuasaan mereka.

Cara Berternak Ayam Bangkok

  1. Pemilihan Indukan

Tidak jauh berbeda dengan budidaya burung puyuh, supaya berhasil dalam proses budidaya ayam bangkok, maka anda harus memilih indukan yang berkualiatas. Biasanya beberapa penjual ayam bangkok yang laris dipasaran akan menyedikan ayam bangkok yang berkualitas juga. Pilihlah indukan yang aktif, licah dan sehat serta tidak cacat ataupun sakit. Karena kualitas bibit dapat dipengaruhi langsung oleh kualitas indukan. Pilih lah indukan ayam bangkok yang berkualitas terbaik atau sepasang ayam bangkok juara.

  1. Pemilihan Kandang

Secara umum ada 3 jenis kandang yang sering digunakan oleh para peternak ayam bangkok untuk melakukan budidaya.  Berbeda dengan cara budidaya burung lovebird, ada beberapa cara budidaya ayam bangkok yang perlu anda perhatikan sebelum menempatkan posisi kandang ayam bangkok ini. Berikut adalah beberapa faktor-faktor penting tersebut :

  • Lokasi ternak ataupun kandang ayam bangkok ini, minimal harus berjarak 5 meter dari kandang ayam lainnya apabila anda berkemungkinan memelihara ayam jenis lainnya, terutama jika anda memelihara ayam potong dan jauh dari rumah.
  • Usahakan agar kontur tanah datar dan mempunyai beberapa pohon pelindung yang bisa mengatur sirkulasi udara dan masuknya intensitas sinar matahari yang masuk ke dalam kandang.
  • Mempunyai sebuah aluran air yang lancar sehingga pada saat hujan turun air tidak akan menggenangi lingkungan sekitar kandang dan tidak menjadi sarang nyamuk.
  • Utamakanlah lokasi kandang banyak ditumbuhi oleh rumput karena ayam sangat menyukai rumput sebagai makanan pengganti serat mereka.
  • Arah kandang ayam bangkok ini setidaknya harus menghadap sinar matahari pagi dan sejalur dengan arah angin supaya terhindar dari berbagai penularan penyakit dari luar kandang.
  • Sebaiknya kandang juga harus dipagari secara permanen menggunakan semen dan batu bata. Apabila anggaran anda tidak mencukupi, anda bisa menggunakan kawat dan bambu.

Seperti yang sudah kita di atas bahwa ada 3 jenis kandang yang biasa digunakan untuk budidaya ayam bangkok yaitu :

Kandang Umbaran Satuan

Kandang umbaran satuan adalah kandang multifungsi sebagai kandang kawin yang juga berfungsi sebagai kandang anakan yang berusia 1,5  sampai 3 bulan.

Kandang ini biasanya dibuat dari kayu dengan ukuran yang paling ideal  yaitu : leber 1 meter, tinggi 2,5 meter dan panjang 1,5 meter.

Alas dari kandang sebaiknya berupa alas tanah yang  telah dicampuri dengan pasir. Alas yang berbentuk demikian berguna untuk pembentukan optimal dari struktur  jari – jari maupun cakarnya. Selain itu  anda bisa menambahkan pula tenggeran yang di buat dari kayu untuk tempat bermain para ayam bangkok.

Kandang Postal

Kandang ini  adalah kandang yang dikhususkan bagi para anak ayam yang baru saja menetas. Ukurannya akan lebih kecil jika dibandingkan dengan kandang umbaran, yakni meiliki tinggi 1 meter, panjang 1 meter dan lebar 0,8. Ukuran dari kandang postal yang  seperti itu pada umumnya dapat menampung 10 hingga 15 anakan ayam bangkok.

Dinding dari kandang ayam bangkok untuk kandang postal dapat dibuat dari kawat dan juga dibagian dalamnya harus ada alat pemanas yang  buasanya dibuat dari lampu bohlam. Alasnya sendiri umumnya diberi sekam padi agar  kelembaban terjaga dan akan diganti minimal sekali 3 hari.

Kandang Tidur

Kandang tidur ayam bangkok ini dibuat khusus untuk tidur  para ayam di malam hari. Alas  dari kandang ini biasanya akan ditinggikan dengan  menyerupai bentuk panggung minimal berjarak 1,5 meter dari tanah untuk bisa menghindari suhu tanah yang tentunya akan menjadi dingin pada malam hari.

Ke tiga dari jenis kandang ayam tersebut tentunya  harus dilengkapi dengan wadah air dan wadah pakan. Selalu menjaga kebersihan dan kelembaban agar para ayam bangkok dapat bebas dari penyakit. Komponen penting lainnya seperti: sanitasi, pengaturan sirkulasi udara dan pemilihan bahan atap menjadi penting sebagai tahapan yang di gunakan agar kesehatan ayam bangkok terjaga dalam jangka panjang.

Pemberian Pakan dan Perawatan Bibit

Setelah para ayam bangkok betina bertelur,maka anda harus menyiapkan kandang ayam lain untuk menaruh telurnya ini sama dengan tahapan Cara Budidaya Hamster.. Biarkan para indukan mengerami telurnya hingga menetas. Setelah telur – telur tersebut menetas, maka pisahkanlah bibit – bibit ayam bangkok tersebut dari indukannya. Rawatlah bibit – bibit ayam bangkok tersebut dengan baik agar  bisa menghasilkan ayam jago yang tentunya unggul dan jago bertarung. Hal selanjutnya yang harus diperhatikan dalam cara merawat anak ayam bangkok adalah masalah pakan.

Beberapa peternak beranggapan bahwa pada usia anak ayam 1 hingga 2 hari, anak ayam tersebut sebaiknya hanya cukup diberi air saja. Kebutuhan nutrisi  para anak ayam masih dapat terpenuhi oleh nutrisi dari kuning telur yang masih menempel pada bulu – bulu mereka. Namun lewat dari usia tersebut, pemberian pakan berupa pur dapat diberikan dalam jumlah secukupnya.

4. Pemberian Suplemen Tambahan

Anak ayam bangkok telah bisa diberi pakan dengan komposisi pakan yang berbeda berupa campuran dari pakan berupa susu bubuk untuk bayi dan pur dengan perbandingan 1 : 5 untuk anak ayam bangkok usia 1 hingga 4 bulan untuk pembentukan bulu, tulang, otot dan bagian tubuh  anak ayam lainnya.

5. Pencabutan Bulu Bibit Ayam Bangkok

Bulu yang tumbuh terlalu lebat akan menghabiskan porsi gizi dari asupan makan ayam bangkok. Jadi, sebaiknya peternak mencabut sebagian dari bulu ayam bangkok saat usia ayam mencapai 3 minggu. Hanya memotong bulu pada bagian ekor atau sayap. Lalu pada usia 2 bulan, cabutlah bulu bulu yang rontok di punggung dan bulu leher. Pencabutan bulu ini harus dilakukan untuk mengoptimalkan serapan dari makanan untuk perkembangannya.

6. Perawatan Intensif Bagi Anakan

Cara budidaya ayam bangkok dalam masa perawatan anak ayam bangkok dari awal hingga usia 6 bulan atau sampai memiliki bulu rawis dan leher barunya juga telah tumbuh sebaiknya harus dipelihara di dalam kandang saja, sama halnya dengan Cara Budidaya Kelinci.

Hal ini biasa dilakukan agar menghindari akan hilangnya energi dari ayam karena mereka terlalu banyak bermain. Energi yang seharusnya bisa  di pakai untuk pertumbuhan bagi tubuhnya akan segera hilang jika ia sering bermain. Oleh karena itu, jika anda ingin membiarkan mereka bermain, maka berikanlah waktu hanya sekitar 30 menit setiap harinya.